SMSI ke-80 GMIM Lahirkan Tata Gereja Baru, Ini Berapa Poin Pentingnya

SMSI GMIM
SMSI ke-80 GMIM menetapkan Tata Gereja 2021. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Sidang Majelis Sinode Istimewa (SMSI) ke-80 Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM) dengan agenda perubahan Tata Gereja Tahun 2016 sukses digelar pada Senin (29/03/2021).

Dari informasi yang dihimpun redaksi MetroManado.com, dalam sidang ini telah ditetapkan Tata Gereja GMIM yang baru tahun 2021. Hal ini disepakati bersama oleh ribuan peserta yang mengikuti sidang via virtual dari 57 lokasi sidang yang berbeda.

Read More

Ketua Sinode GMIM, Pdt Dr Hein Arina yang memimpin sidang dari lokasi pusat SMSI di Gereja GMIM Imanuel Leilem mengajukan beberapa pertanyaan kepada para peserta terkait perubahan Tata Gereja 2016.

“Menerima atau tidak menerima konsep perubahan Tata Gereja (yang didalamnya mengatur batas masa jabatan BPMS, berlaku hanya dua periode dalam jabatan yang sama),” ucap Arina.

Pada pertanyaan ini, sebanyak 1586 suara menyatakan menerima dan 21 suara lain menyatakan tidak menerima konsep perubahan Tata Gereja.

Selanjutnya, Arina mengajukan pertanyaan terkait Ketua Komisi P/KB, W/KI, Pemuda, Remaja, dan Anak (BIPRA) tidak lagi menjadi ex-officio disemua aras.

“Menerima atau tidak menerima ketua-ketua Komisi P/KB, W/KI, Pemuda, Remaja, dan Anak tidak lagi menjadi ex-officio disemua aras, tetapi dapat dipilih untuk posisi dalam BPMJ, BPMW, dan BPMS,” tanya Arina.

Disini, sebanyak 1284 suara menyatakan menerima dan 321 suara tidak menerima konsep perubahan Ketua BIPRA tidak lagi menjadi ex-officio.

Dan terakhir, Hein Arina mengajukan pertanyaan terkait penyebutan Syamas menjadi Diaken.

“Menerima atau tidak menerima perubahan penyebutan Syamas menjadi Diaken.” kata Ayah mertua dari Wakil Bupati Minut Kevin Lotulung.

Sebanyak 1058 suara menerima dan 545 suara tidak menerima penyebutan Syamas diubah menjadi Diaken.

Usai mengajukan beberapa pertanyaan dan telah menerima hasil keputusan bersama, dimana mayoritas peserta sidang memilih menerima konsep perubahan Tata Gereja. Pdt Hein Arina pun selaku pimpinan sidang mengesahkan semua keputusan ini.

Dengan ditetapkannya Tata Gereja 2021 yang merubah Tata Gereja 2016, memasuki periode pelayanan GMIM yang baru pada tahun 2022, Ketua BIPRA dapat dipilih menjadi Wakil Ketua, Sekretaris atau Bendahara badan pekerja disemua aras (Jemaat, Wilayah, dan Sinode), serta Syamas akan disebut Diaken.

(Valent)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.