Puan Maharani Meminta Pemerintah Dorong Terciptanya Perdamaian di Ukraina

Perdamaian Ukraina
Ketua DPR RI, Puan Maharani. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Ketua DPR RI, Puan Maharani meminta Pemerintah Indonesia mendorong terciptanya perdamaian dunia, khususnya di Ukraina melalui berbagai forum internasional.

Menurut Puan, hal tersebut sejalan dengan kebijakan politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif sebagaimana diamanatkan konstitusi.

Read More

“Dengan politik bebas aktif, Indonesia bebas menentukan sikap dalam menghadapi permasalahan internasional. Serta tidak mengikatkan diri secara apriori pada kekuatan dunia mana pun,” ucap Puan di Jakarta, Sabtu (26/02/2022).

Konstitusi memang mengamanatkan agar Indonesia berpartisipasi aktif dalam penyelesaian konflik, sengketa kemerdekaan, serta permasalahan dunia lainnya. Dan juga mengusahakan perdamaian abadi, dan keadilan sosial.

Bertolak dari amanat konstitusi tersebut, maka Puan Maharani meminta Pemerintah Indonesia untuk berperan aktif mendorong terciptanya perdamaian di Ukraina.

Puan juga meminta Pemerintah Indonesia mengambil langkah nyata untuk menyelamatkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang ada di Ukraina.

“KBRI dan semua stakeholder harus berkoordinasi dengan efektif jika perlu melakukan evakuasi dan membawa pulang seluruh WNI, secepatnya dan seaman mungkin,” ujar Puan.

Catatan Kementerian Luar Negeri Indonesia menyebut, jumlah WNI di Ukraina saat ini sebanyak 138 orang. Sejauh ini, belum ada berita terkait kondisi WNI di tengah gencarnya serangan Rusia ke negara itu.

Menurut Puan, Pemerintah Indonesia sudah seharusnya memikirkan secara serius melakukann evakuasi terhadap 138 WNI itu. Sebelum terjadi suatu kondisi yang mengancam keselamatan nyawa mereka.

Cucu proklamator itu berpendapat, evakuasi adalah salah satu bentuk perlindungan negara yang harus dilakukan terhadap semua WNI yang sedang berada di wilayah konflik di luar negeri, seperti halnya yang terjadi saat ini di Ukraina.

“Evakuasi adalah salah satu bentuk perlindungan negara yang harus dilakukan terhadap semua WNI yang berada diwilayah konflik di luar negeri. Khususnya di Ukraina,” tandas cucu Presiden Soekarno ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.