Pimpin Rapat Teknis Bersama Bapenda, Walikota Manado Tekankan Hal Ini

Rapat teknis walikota
Suasana rapat teknis Walikota Manado bersama Bapenda Manado di ruang Rapat Walikota Manado. (Foto : Istimewa)

MetroManadoWalikota Manado Andrei Angouw menggelar rapat teknis bersama Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Manado, Kamis (17/03/2022) pagi.

Rapat teknis ini dilaksanakan di ruang rapat Walikota Manado dengan agenda pembahasan terkait penerimaan dan pengelolaan pajak Kota Manado.

Read More

Walikota Angouw memimpin langsung rapat ini yang dihadiri oleh Kepala Bapenda Steven Rende dan jajarannya.

Dalam kesempatan ini, Walikota Angouw menekankan kepada Bapenda untuk melakukan pengecekan dilapangan terkait pengenaan pajak kepada para wajib pajak.

“Supaya kita benar-benar mengetahui besaran pajak yang harus disetor sesuai dengan aturan berlaku,” kata Angouw.

“Kenapa terjadi perlambatan, besaran pajaknya tidak sesuai dengan omsetnya, serta hal-hal lain yang perlu ditelusuri dilapangan,” tambahnya.

Angouw juga menyinggung soal pajak reklame dan sistem yang digunakan Bapenda dalam penerimaan serta pengelolaan pajak.

“Saya harap bisa mendapatkan data-data yang jelas dan benar-benar valid sehingga kita dapat menganalisanya,” ujar Angouw.

Dicontohkannya, ada beberapa tempat usaha atau rumah makan yang memiliki kualifikasi sama tapi pembayaran pajaknya sangat berbeda jauh.

“Hal-hal begini yang perlu kita ketahui sehingga perlu penelusuran dilapangan,” tutur Angouw.

“Bahkan kalau perlu diperiksa satu per satu bagi wajib pajak yang setoran pajaknya tidak masuk akal atau tidak sesuai dengan omsetnya,” tegasnya.

Selain itu, Ia juga mempertanyakan soal retribusi parkir, khususnya dibeberapa lokasi publik yang berdasarkan ketentuan harus menyetor ke kas daerah.

“Seperti mall, pertokoan, hotel, rumah sakit, bandara, pasar dan lain sebagainya,” ucap Angouw.

“Tempat-tempat ini perlu diidenfikasi, supaya kita dapat mengetahuinya dalam rangka melakukan penagihan,” lanjutnya.

Untuk itu, Walikota Andrei Angouw pun mendorong perusahaan pengelola masuk dalam hal pengelolaan parkir.

“Yang penting ada 20% berdasarkan aturan yang harus masuk ke kas daerah,” ucapnya.

Retribusi kebersihan juga menjadi topik hangat dalam rapat ini. Menurut Angouw, hal ini perlu dibuat sistem agar jelas dan tertib besaran serta sistem penagihannya.

“Kita bisa mengadopsi sistem yang digunakan lewat penagihan PBB,” saran suami tercinta Iren Golda Pinontoan ini.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.