Pelaku Penyerangan dengan Panah Wayer di Sarapung Ditangkap Polisi, Ini Motifnya

Panah wayer sarapung
Konferensi pers pengungkapan kasus panah wayer di Sarapung yang digelar di Mapolresta Manado. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Kejadian penyerangan dengan panah wayer yang terjadi di Sarapung, Rabu (23/02/2022), sekitar pukul 01.00 WITA, telah meresahkan warga Kota Manado.

Pasalnya, dalam peristiwa ini terdapat korban seorang wanita bernama Melisa Pangemanan (22) warga Manado.

Read More

Beruntung bagi Melisa, panah wayer yang dilontarkan pelaku hanya mengenai pipi kanannya. Namun demikian, Melisa tetap harus dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan dari tim medis.

Bahkan diketahui, kondisi Melisa hingga saat ini masih dalam perawatan intensif di Rumah Sakit Bhayangkara Manado.

Atas dasar kejadian tersebut, keluarga Melisa pun membuat laporan polisi di Polsek terdekat (Wenang).

Berdasarkan Laporan Polisi di Polsek Wenang, Nomor : LP/29/II/2022/Sulut/Resta Manado/Sek.Urban Wenang, tanggal 23 Februari 2022.

Tim gabungan Resmob dan Opsnal Polresta Manado bergerak melakukan pengungkapan terhadap kasus panah wayer tersebut.

Tak menunggu waktu yang lama, para pelaku panah wayer ini berhasil ditangkap Polresta Manado, pada Kamis (24/02/2022) malam.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Taufiq Arifin dalam konferensi pers di Mapolresta Manado, pada Jumat (25/02/2022) sore.

“Pelaku yang sudah diamankan ada tiga orang pria. Yaitu, pelaku utama atau yang melontarkan panah wayer berinisial VK (20), warga Karombasan Utara, Wanea, Manado. Serta dua temannya yaitu FP (17), warga Calaca, Wenang, dan RT (20), warga Karombasan Utara,” ungkap Kompol Taufiq Arifin.

Ketiga pelaku tersebut ditangkap pada Kamis (24/02/202₩) malam, dilokasi berbeda. VK dan FP ditangkap di Pasar Pinasungkulan Karombasan Manado, sedangkan RT ditangkap disekitar bundaran Patung Samrat Manado.

“Untuk barang bukti yang diamankan berupa satu buah anak panah wayer dan satu buah pelontar,” terang Arifin, didampingi Kasi Humas Polresta Manado Iptu Sumardi.

Motif Pelaku Penyerangan dengan Panah Wayer di Sarapung

Lanjut dikatakan Taufiq, untuk motifnya, pelaku utama VK ingin balas dendam terhadap seorang pria berinisial N yang sering ‘nongkrong’ di sekitar TKP, tetapi salah sasaran.

“Awalnya pada Rabu (23/02/2022) sekitar pukul 00.00 WITA. Pelaku VK, FP, dan RT bersama tiga orang lainnya naik dua sepeda motor. Masing-masing bonceng tiga, dari Karombasan Utara ke TKP untuk mencari N,” ujarnya.

“Saat tiba di TKP sekitar pukul 01.00 WITA. VK melihat sekelompok orang yang sedang berkumpul dan langsung melontarkan panah wayer. Dan kena korban tepatnya di bagian wajah kanan,” jelasnya, di depan sejumlah awak media.

Selanjutnya, para pelaku ini langsung melarikan diri. Sedangkan korban dilarikan teman-temannya ke rumah sakit Bhayangkara Manado.

Ditambahkan Kompol Taufiq, ketiga pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas kepolisian.

Kemudian, tiga pelaku yang ditangkap yakni VK, FP, dan RT beserta barang bukti. Sudah diserahkan dan diamankan di Polsek Wenang untuk diperiksa lebih lanjut.

Ketiganya dikenakan pasal 351 ayat (2) KUHP Jo pasal 55, dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

“Untuk kondisi korban masih dalam perawatan medis di Rumah Sakit Bhayangkara Manado,” kata Arifin.

“Bapak Kapolda Sulut sudah menjenguk korban pada hari Kamis (24/02/2022) siang, dan saat itu beliau mengatensi jajaran agar kasus ini segera diungkap,” ucapnya.

“Kami juga mengimbau masyarakat, jika mengetahui ada yang membuat panah wayer, agar segera lapor ke pihak kepolisian,” tandasnya.

(Valent/*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.