Misteri Kematian Helmud Hontong, Begini Penjelasan Tim Forensik Polda Sulut

Helmud Hontong
Almarhum Helmud Hontong yang merupakan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe meninggal secara misterius diatas pesawat rute Denpasar-Makasar. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Kematian Wakil Bupati (Wabup) Kabupaten Kepulauan Sangihe Helmud Hontong pada Rabu (09/06/2021) lalu, masih meninggalkan sebuah misteri.

Pasalnya, secara mendadak Helmud menghembuskan nafas terakhirnya diatas pesawat saat hendak kembali ke Manado dari Denpasar dengan transit di Makasar.

Read More

Dari informasi yang diperoleh, beberapa saat setelah pesawat yang ditumpangi Helmud lepas landas dari Denpasar, Bali, Helmud mengeluh kepada ajudannya kalau dirinya merasakan pusing.

Helmud pun meminta Ajudannya untuk memijat lehernya, namun saat dipijat Helmud tiba-tiba pingsan dan tak sadarkan diri.

Dari keterangan Ajudan yang mendampingi Wabup Sangihe ini, saat pingsan tersebut dari mulut dan hidung Helmud mengeluarkan darah.

Ajudan Helmud sempat meminta bantuan dari pramugari untuk memberikan pertolongan pertama, namun nyawa Helmud tak tertolongkan lagi.

Tim Dokter di bandara Sultan Hasanuddin Makasar pun sempat memeriksa kondisi Helmud, namun diketahui Helmud sudah tak bernyawa lagi saat tiba di Makasar.

Kematian secara misterius dari Wabup Sangihe ini memunculkan banyak spekulasi dari publik akan penyebab kematian dari Ketua BMOD Sangihe ini.

Tim Forensik Polda Sulut
Tim Forensik Polda Sulut yang melakukan autopsi terhadap jenazah almarhun Helmud Hontong untuk mengungkap misteri kematian Wakil Bupati Sangihe. (Foto : Istimewa)

Guna mengungkapkan misteri ini, Tim Forensik Polda Sulut dipimpin Direskrimum Polda Sulut AKBP Gani F. Siahaan, SIK, MH serta didampingi Karumkit Bayangkara Tingkat III Manado AKBP dr. M. Faisal Zulkarnaen Sp.KF melakukan autopsi terhadap jenazah Wabup Sangihe Helmud Hontong.

Autopsi jenazah dilakukan di Ruang Pemulasaran Jenazah Rumah Sakit Liung Kendage Tahuna, Senin (14/06/2021) pukul 05.30 Wita.

Kurang lebih dua jam dilakukan autopsi, Tim Forensik Polda Sulut menyatakan hasil sementara dari penyebab meninggalnya Helmud bukan disebabkan oleh racun.

Tim Forensik Polda Sulut bersama Kapolres Kepulauan Sangihe AKBP Tony Budhi Susetyo, SIK kemudian menggelar konferensi pers yang digelar pada Senin (14/06/2021) pukul 10.00 Wita.

Dalam konferensi pers diungkapkan bahwa penyebab utama kematian Wabup Sangihe adalah komplikasi penyakit menahun yang dideritanya.

Sementara itu Kabid Humas Polda Sulut Kombes Pol Jules Abraham Abast menegaskan kembali bahwa dari hasil autopsi, dokter menjelaskan belum ditemukan indikasi keracunan, seperti kabar yang beredar.

“Ia benar sudah dilakukan autopsi dan penyebab kematian Wakil Bupati diduga karena komplikasi penyakit menahun yang diderita,” ucap Kombes Pol Jules Abast.

“Pada saat pemeriksaan tidak ditemukan adanya racun,” ujar Kombes Pol Jules Abraham Abast.

Namun demikian Tim Forensik katanya tetap mengambil beberapa sampel organ tubuh dari almarhum untuk diperiksa di lab forensik.

Dan untuk hasil dari labfor terhadap organ tubuh yang diperiksa, masih harus menunggu kurang lebih 2 minggu.

Kegiatan autopsi itu sendiri dimulai sejak pukul 05.30 Wita dan selesai pada pukul 07.10 Wita.

Adapun autopsi ini dilakukan oleh Tim Gabungan Forensik Polda Sulut yakni dr. Faizal Zulkarnaen, Spesialis Forensik RS Prof Kandouw dr. Nola Mallo dan dr. Elisa Rompas.

(Valent)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.