Mendag Lutfi : Produsen Tidak Patuh Akan Dikenakan Sanksi

mendag lutfi
Mendag Muhammad Lutfi menegaskan produsen minyak goreng tidak patuh dengan kebijakan satu harga minyak goreng akan dikenakan sanksi. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Muhammad Lutfi memberikan peringatan keras kepada para produsen minyak goreng di Indonesia. Hal ini terkait dengan kebijakan satu harga minyak goreng menjadi Rp 14.000 per liter yang dikeluarkan oleh Pemerintah RI.

“Produsen yang tidak mematuhi ketentuan, maka akan dikenakan sanksi berupa pembekuan atau pencabutan izin. Kami mengingatkan pemerintah akan mengambil langkah yang sangat tegas,” ujar Lutfi sebagaimana dikutip dari laman Kompas.com, Rabu (19/01/2022).

Read More

Bahkan, ditegaskan oleh Mendag Lutfi, bahwa siapapun yang berani melakukan kecurangan atau penyelewengan minyak goreng murah akan diproses hukum.

“Kami ingatkan kepada siapapun yang melakukan kecurangan atau melakukan apa pun tindakan melawan hukum, Pemerintah RI akan melanjutkan ke proses hukum,” tegas Lutfi.

Mendag Lutfi pun berharap kebijakan ini dapat memberikan solusi terbaik bagi masyarakat untuk mendapatkan minyak goreng dengan harga terjangkau.

“Melalui kebijakan ini diharapkan masyarakat dapat memperoleh minyak goreng dengan harga terjangkau dan di sisi lain produsen tidak dirugikan karena selisih harga akan diganti oleh Pemerintah,” ujar Mendag Lutfi.

Ia juga menyampaikan, kebijakan ini telah disosialisasikan kepada semua produsen minyak goreng dan ritel modern. Dan pada prinsipnya baik produsen maupun ritel modern mendukung kebijakan pemerintah untuk menstabilkan harga minyak goreng.

Lanjut disampaikannya, bahwa hingga saat ini, ada 34 produsen minyak goreng telah menyampaikan komitmennya. Berpartisipasi dalam penyediaan minyak goreng kemasan dengan satu harga bagi masyarakat.

Untuk itu, Mendag Lutfi menghimbau kepada masyarakat untuk tidak memborong (panic buying) minyak goreng. Di beberapa toko retail telah menetapkan maksimal pembelian 2 liter minyak goreng per orang.

(Valent/*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.