Kisruh Partai Demokrat, Abbas : Moeldoko Perlu Belajar Dari Megawati

Moeldoko
Moeldoko, Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB Deli Serdang. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Kepala Staf Presiden (KSP), Moeldoko akhir-akhir ini menjadi sorotan publik, namanya ramai diperbincangkan oleh khalayak ramai.

Pasca terpilihnya Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat dalam Kongres Luar Biasa (KLB) di Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (05/03/2021).

Read More

Sebelumnya, pelaksanaan KLB Partai Demokrat di Deli Serdang ini ditentang keras oleh Demokrat pimpinan AHY, karena dianggap ilegal dan tidak sesuai dengan AD/ART partai.

Hingga mengakibatkan adanya dualisme kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat yang berujung terjadinya kisruh diantara dua kubu berlawanan.

Terkait kisruh tersebut, Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas pun memberikan sarannya kepada KSP Moeldoko.

“Saya menyarankan Pak Moeldoko sebaiknya belajar dengan Ibu Megawati,” ujar Abbas sebagaimana dikutip dari tempo.co, Senin (08/03/2021).

Megawati menurut Abbas, ketika menghadapi masalah di internal PDI dengan Soerjadi, mampu mengambil langkah yang sangat arif dan bijaksana.

“Ketika Megawati menghadapi masalah di internal PDI dengan Soerjadi, beliau melakukan langkah-langkah yang sangat arif dan bijaksana yaitu dengan mendirikan partai baru dengan  mengubah nama partainya yang semula PDI menjadi PDI Perjuangan,” terang Anwar.

Tanpa banyak keributan, PDI Perjuangan yang didirikan oleh Megawati mendapatkan legalitas dan menjadi peserta Pemilu 1999 kala itu, bahkan mengalahkan PDI pimpinan Soerjadi dalam pemilu tersebut.

“Untuk itu, saya menyarankan Moeldoko mengikuti langkah-langkah seperti yang ditempuh Megawati tersebut dengan mendirikan partai baru, ” saran Anwar.

“Namanya bisa Partai Demokrat Baru atau Partai Demokrat Bersinar, sehingga kedua partai ini nanti bisa sama-sama mendapatkan legalitas untuk ikut Pemilu 2024,” tambah Anwar.

Pemilu 2024 nantinya menurut Abbas, bisa menjadi ajang pembuktian bagi Partai Demokrat kubu AHY atau Moeldoko yang lebih dipercaya oleh kader dan simpatisannya.

“Saya melihat cara yang ditempuh Megawati dahulu jelas-jelas sangat elegan, konstitusional dan sangat-sangat terhormat,” kata Abbas.

Saya menyarankan Moeldoko melakukan hal serupa agar negeri ini aman, tenteram dan damai serta bisa fokus dalam menghadapi pandemi COVID-19.” tutupnya.

(Valent/Ist)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.