Jaga Kelestarian Tanah Warisan Leluhur, Ini Yang Dilakukan Brigade Manguni

Brigade Manguni
Brigade Manguni komitmen menjaga dan melestarikan tanah warisan leluhur. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Brigade Manguni (BM) dibawah pimpinan Tonaas Wangko Lendy Wangke terus menunjukkan eksistensinya dalam menjaga akan kelestarian alam sebagai bagian dari warisan leluhur.

Melalui Team Satgassus Lingkungan Hidup (LH) BM bentukan Tonaas BM Manado, Reinhard AT telah berhasil menyelesaikan program menanam 100 bibit pohon untuk 10 gunung di Sulawesi Utara (Sulut).

Read More

“Brigade Manguni Manado Lewat kegiatan penanaman bibit pohon di 10 gunung di Sulawesi Utara, sudah mampu membanggakan Brigade Manguni,” ujar Tonaas Reinhard kepada MetroManado.com.

“Ingatlah BM adalah ormas adat dengan menjaga tanah warisan leluhur dalam bentuk memperhatikan dan peduli akan lingkungan adalah bagian yg tak terpisahkan dalam penjabaran program dan tujuan BM,” katanya.

“Inilah semangat I Yayat U Santi yang harus melekat pada setiap insani didalam tubuh Brigade Manguni.” tandasnya.

Kegiatan yang dipimpin oleh Ketua Tim Satgassus LH BM, Tonaas Mardian Kalumata telah berlangsung sejak awal Januari 2021 lalu di 10 tempat berbeda, dan sudah berakhir di gunung Klabat pada Minggu (14/03/2021) kemarin.

“Kegiatan tersebut (menanam 100 bibit pohon di 10 gunung di Sulut) berakhir kemarin, Minggu 14 maret 2021 di puncak gunung tertinggi di sulawesi utara yaitu Gunung Klabat,” ujar Tonaas Mardian Kalumata ketika dihubungi MetroManado.com.

Adapun 10 tempat yang menjadi lokus penanaman bibit pohon ini yakni, Gunung Tumpa, Gunung Lokon, Gunung Mahawu, Gunung Empung, Gunung Tampusu, Gunung Soputan, Gunung Ambang, Gunung Payung, Gunung Manado Tua, dan terakhir Gunung Klabat.

Sementara itu, bibit pohon yang di tanam ialah, pohon gaharu, pohon mahoni, pohon jabon, pohon kayu hitam, pohon tabebuya, terus ada juga buah-buahan yakni, durian, nangka, duku, rambutan, dan pakoba.

Bukan hanya sekedar menanam pohon, tapi kepedulian akan kelestarian alam pun ditunjukkan BM hingga pada tahap monitoring terhadap perkembangan bibit yang sudah ditanam oleh anggota BM sendiri.

“Adapun hasil Monitoring penanaman bibit pohon yang di tanam satgassus di beberapa gunung sebelumnya sudah bertambah tinggi dan bertumbuh subur, kami satgassus memakai Metode gerakan 3 M yakni menanam, merawat, menjaga,” ujar Kalumata.

Kalumata pun menambahkan sudah merupakan tugas manusia untuk menjaga akan kelestarian alam, karena sekecil apapun tindakan kita, akan bermanfaat besar untuk banyak orang.

“Menikmati anugrah Tuhan yang di berikan adalah suatu yang luar biasa, menjaganya agar tetap indah adalah tugas kita manusia,” ucap Kalumata.

“Sekecil apapun yang kita perbuat untuk alam, akan berdampak banyak bagi kehidupan manusia yang lain.” tutup Kalumata.

(Yonfree)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.