Direct Call Ekspor Manado – Singapura, Inovasi Baru Pemprov Sulut Ditengah Pandemi

Steven Kandouw
Wagub Sulut, Steven Kandouw saat menghadiri Launching Direct Call Ekspor Manado - Singapura di Bandara Sam Ratulangi, Manado, (08/03/2021). (Foto Istimewa)

MetroManado – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Utara (Sulut) kembali membuat inovasi baru ditengah pandemi COVID-19 dengan membuka jalur baru ekspor langsung ke Singapura.

Setelah sukses dengan terobosan direct call ekspor (ekspor langsung) ke Jepang yang telah dimulai sejak September 2020 lalu dan masih berlangsung hingga kini.

Read More

Bahkan diawal tahun 2021, sesuai data yang diterima MetroManado.com, tercatat hasil ekspor Sulut ke Jepang dalam sebulan bisa menghasilkan devisa ekspor senilai Rp 3,23 miliar.

Dan pada hari ini (08/03/2021), awal dimulainya ekspor langsung hasil komoditas Sulut ke Singapura.

Dalam ekspor perdana ini, kurang lebih 4,2 ton komoditas perikanan seperti tuna dan lobster serta komoditas pertanian lainnya dikirim ke Singapura.

Wakil Gubernur Sulut, Steven Kandouw yang mewakili Pemprov Sulut menyaksikan langsung pengiriman ekspor pertama hasil komoditas Sulut dari Bandara Sam Ratulangi, Manado ke Singapura.

Dalam kesempatan itu, Kandouw mengapresiasi kesungguhan dari para eksportir ikan yang telah mendukung pembukaan pasar baru untuk komoditas unggulan perikanan Sulut ke Singapura.

“Terobosan direct call ke Singapura ini bukan main-main, ibaratnya telah menabrak tembok untuk melewati sungai deras. Salut untuk para pejuang ekspor,” ujarnya.

Lanjut disampaikannya, Pemprov Sulut tidak pernah berhenti melakukan upaya membangkitkan perekonomian di tengah pandemi COVID-19 dengan melakukan berbagai terobosan termasuk direct call hasil komoditas Sulut ke Singapura.

“Di tengah pandemi Covid-19 ini, tidak ada jalan lain untuk peningkatan ekonomi, selain melakukan ekspor pertanian dan perikanan. Dan ini direalisasikan melalui ikhtiar semua pihak,” ucapnya.

“Kita tidak boleh puas dengan capaian saat ini, karena masih banyak peluang dan market yang dapat disasar. Kiranya output dan outcame dapat dinikmati masyarakat Sulut.” tandas Kandouw.

Sementara itu, Menteri Perdagangan melalui Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Kasan menyampaikan direct call ekspor bukanlah hal yang mudah, namun Kemendag siap memberikan kemudahan dalam transaksi ekspor ini.

“Ini langkah extra ordinary, karena untuk direct call bukan perkara mudah. Sehingga kolaborasi untuk ekspor Indonesia khususnya Sulut, menjadi bagian penting di tengah pandemi. Ekspor yang eksis saat ini adalah perikanan dan pertanian. Kami akan terus memberikan kemudahan dalam transaksi ekspor,” terang Kasan.

Ekspor langsung hasil komoditas Sulut ke Singapura ini pun mendapat support dari Dirjen Bea Cukai, Heru Pambudi.

“Meski kita lakukan secara bertahap, namun langkah direct call telah memutus siklus ekspor yang panjang yang secara langsung akan mengurangi cost, seperti biaya logistik, waktu dan kualitas yang masih mahal,” ucap Heru.

Hal ini pun (direct call ekspor) mendapat respon dari Dubes Berkuasa Penuh Indonesia untuk Singapura, Suryo Pratomo.

“Singapura memberikan kemudahan bagi importir dan eksportir yang masuk Singapura, dengan sertifikasi produk,” ujar Suryo.

“Singapura juga punya potensi yang sangat besar, kesempatan bagi dunia usaha, pemerintah Dirjen Bea Cukai, perdagangan, Kementerian Perikanan untuk meningkatkan ekspor.” ungkapnya.

(Valent)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.