Diikuti 38 Peserta, Sertifikasi Basic Remote Pilot FASI ke-40 di Manado Sukses Digelar

Sertifikasi remote pilot FASI
Para peserta dan pembawa materi Sertifikasi Basic Remote Pilot FASI ke-40 di Manado. (Foto : Humas FASI Sulut)

MetroManado – Staf Potensi Dirgantara TNI AU (Spotdirgaau) bersama Federasi Aero Sport Indonesia (FASI) menggelar Sertifikasi Basic Remote Pilot FASI di 25 Kota se-Indonesia tahun 2021.

Kota Manado merupakan salah satu yang terpilih menjadi tuan rumah pelaksanaan kegiatan Sertifikasi Basic Remote Pilot FASI ke 40 (XL).

Read More

Gedung Balai Prajurit Pangkalan Udara (Lanud) Sam Ratulangi Manado menjadi tempat dilaksanakannya sertifikasi tersebut, selama dua hari (30-31/10/2021).

Sebanyak 38 peserta Remote Pilot (Drone Pilot) dari berbagai instansi militer, sipil, maupun komunitas turut serta mengikuti sertifikasi tersebut.

Yang terdiri dari jajaran TNI AU, TNI AD, Polda Sulut, Pemda Sulut, Pemkot Manado, BPBD, BPJS, BUMD/BUMS, Airnav, Otban Manado, dan Universitas Sam Ratulangi.

Serta Komunitas Drone dari Manado, Minut, Minsel, Bolmong, Gorontalo, Morotai, Palu dan Kendari turut mengikuti sertifikasi tersebut.

Sukses Gelar Sertifikasi Remote Pilot FASI ke-40, Ini Himbauan Danlanudsri

Komandan Lanud Sam Ratulangi (Danlanudsri) Marsma TNI M. Satriyo Utomo selaku Ketua FASI Sulut menyebutkan bahwa masa mendatang penggunaan drone akan semakin banyak di Sulut.

“Penggunaan drone dimasa depan akan semakin banyak di Sulut, khususnya Kota Manado,” sebut Marsma TNI Satriyo Utomo.

Satriyo juga menghimbau Lanud Sam Ratulangi sebagai pemegang otoritas pengawasan ruang udara perlu mensosialisasikan regulasi drone kepada masyarakat.

“Lanud Sam Ratulangi yang sekaligus juga pimpinan FASI Sulut, wadah pembinaan klub-klub komunitas pencinta olahraga dirgantara,” ucap Satriyo.

“Perlu mensosialisasikan regulasi penggunaan ruang udara kepada masyarakat. Agar ruang udara Sulut terbebas dari pelanggaraan penggunaan drone yang berpotensi membahayakan keselamatan penerbangan dan keamanan ruang udara,” tambahnya.

Sementara itu Sekretaris Bidang Sertifikasi dan Lambangja FASI yang juga menjabat Paban II Spotdirga, Kol. Pnb. Agung Sasongkojati sebagai pimpinan latihan.

Agung bersama 6 orang Remote Pilot Instructor dari FASI Pusat mengajarkan 12 materi Aeronautical Knowledge wajib dalam CASR Part 107 tentang pengoperasian Pesawat Tanpa Awak Kecil (Drone).

Disamping prosedur, perawatan, pemeliharaan dan perijinan dengan pengajar dari Airnav, Ditjenhubud serta dari TNI AU/FASI Pusat.

Diketahui, peserta wajib mengumpulkan medical check dan SKCK serta mengikuti ujian terbang meliputi ujian normal, abnormal dan emergency procedures.

Setelah sebelumnya mengikuti ujian kelas paperless dengan sistem Internet Based e-Test (IBT) dari gadget masing-masing peserta.

Peserta juga mendapatkan soft copy materi pelajaran, remote pilot handbook dan logbook, serta baju seragam terbang.

Bagi peserta yang telah menyelesaikan pelatihan, Spotdirga TNI AU melalui FASI akan memberikan sertifikat lisensi. Sebagai tanda kecakapan dalam mengoperasikan drone dengan memenuhi faktor keamanan negara dan keselamatan penerbangan.

Sertifikat Basic Remote Pilot FASI resmi dikeluarkan oleh Spotdirga/FASI dan bisa digunakan untuk mendapatkan sertifikat Remote Pilot DKPPU.

Selama pelatihan dan sertifikasi peserta wajib mengikuti protokol kesehatan ketat setelah menjalani tes swab antigen.

(Valent/***)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.