Brigjen Prince Mejer Putong Buka Rakernas Brigade Manguni

Rakernas Brigade Manguni
Rakernas BM di Hotel Sintesa Peninsula Manado. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Organisasi Masyarakat (Ormas) Adat Brigade Manguni (BM) menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) di Hotel Sintesa Peninsula Manado, Sabtu (22/05/2021).

Rakernas yang digelar berdasarkan surat keputusan DPT 01/SK/DPT-BM/V/2021 dibuka oleh Komandan Korem (Danrem) 131/Santiago, Brigjen TNI AD Prince Mejer Putong.

Read More

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Olly Dondokambey yang diwakili oleh
Staf Ahli Gubernur, Pdt Lucky Rumopa dalam sambutannya mengharapkan BM sebagai ormas adat tidak terprovokasi dengan isu Israel dan Palestina.

“Sebagai bagian dari Komponen bangsa mari kita tidak terprofokasi dengan situasi penyebaran isue yang digoreng oleh sekelompok orang untuk mencipkatakan suatu situasi yang tidak kondusif,” ucap Rumopa dalam membacakan sambutan Gubernur dalam Rakernas BM.

“Persoalan Israel dan Palestina Misalnya, mari serahkan kepada pemerintah untuk dapat menempatkan posisi dalam situasi yang ada,” ujarnya.

Rakernas BM di Hotel Sintesa Peninsula Manado. (Foto : Yonfree)

Lucky menambahkan, Sulut memiliki budaya yang terbuka dan toleransi yang tinggi, untuk itu tidak mudah dipecah belahkan dengan isue dari orang yang tidak bertanggungjawab.

“Kita di Sulut punya budaya yang terbuka dan tak bisa diatur oleh sederet isu yang dapat memecah kehidupan berbangsa dan bernegara,” tandas Lucky.

Sementara itu, dalam sambutannya Brigjen TNI AD Prince Mejer Putong sebagai putra asli Minahasa sangat merespon positif dengan keberadaan Ormas Adat BM.

“Ini kesempatan yang begitu baik bagi saya dengan sebuah harapan BM menjadi bagian sinergitas dengan pemerintah,” ujar Perwira Tinggi TNI AD ini.

“Apa yang terjadi dengan berbagai persoalan dan ini mengarah ke disintegrasi bangsa, mari percayakan kepada Aparat yang ada,” pintanya.

“Rakernas BM harapan kedepan penata kelola organisasi akan menjadi semakin lebih terarah,” tambah Jenderal asli Minahasa ini.

Tonaas Wangko DPT BM Lendy RE Wangke menyampaikan sejumlah poin penting terkait eksistensi organisasi yang dipimpinnya kedepan.

“Harus dipahami latar belakang BM, paradiqma baru berawal dari BM tahun 2000 kemudian 2010 menjadi BMI dan 2020 lewat sidang istimewa di Mabes Tondano kembali ke BM sebagai Roh Awal yang lahir pada 19 tahun silam yang dilatari himpitan aksi intoleransi serta gerakan radikal yang menghantam persada Indonesia,” terang Tonaas Wangko.

“Aksi intoleransi disertai gerakan radikalis yang memporak-poranda dari Ambon, Maluku Utara, dan Poso membuat kita panik,” kata Lendy Wangke

“Kesadaran akan ancaman disintegrasi bangsa dari wilayah itu, maka lahirlah Brigade Manguni yang kemudian berubah menjadi BM,” tambah Tonaas Wangke.

Sedangkan Tonaas Umbanua (Tonaas Harian), Sonny Keintjem mengharapkan kedepan BM berubah menjadi lebih baik.

“BM berubah total, artinya tidak lagi identik dengan premanisme, bukan tukang tagih, bukan tukang berantem, bukan penjaga rumah orang, dan tidak ada lagi orang mencibir BM identik dengan kekerasan,” tegas Keintjem.

BM bersama Danrem 131/Santiago, Brigjen Prince Mejer Putong. (Foto : Yonfree)

Fabian Kaloh sebagai Tonaas Sulut mengatakan BM tidak lagi identik dengan kekerasan tetapi akan lebih santun, edukatif, dan tetap bersemangat

“BM dengan paradigma baru akan lebih santun, namun kita tetap anti intoleransi dan berada paling depan melawan gerakan radikalis,” ujar Anggota DPRD Provinsi Sulut ini.

Ketua Panitia Corneles Mononimbar dalam laporannya menyampaikan Rakernas ini telah mendapat izin dari Kepolisian Daerah (Polda) Sulut berdasarkan rekomendasi Kesbangpol Sulut.

“Gelar Rakernas BM pun digelar setelah mendapat izin dari Polda Sulut berdasarkan rekomendasi Kesbangpol Sulut,” tutur Mononimbar.

“Adapun kegiatan Rakernas BM dilaksanakan sebagai amanah surat keputusan DPT 01/SK/DPT-BM/V/2021,” tambah Corneles Mononimbar.

Lanjut disampaikan Mononimbar, ini sebagai bukti sejarah perubahan paradigma dan penataan organisasi di tubuh BM.

“Kesempatan yang luar biasa kita bisa berkumpul di tempat ini sebagi bukti sejarah sebagai perubahan paradiqma dan penataan dengan pemahaman yang terarah akan organisasi,” kata Corneles.

“Bahkan hari yang indah dan nyaman karena dihadiri Oleh Pak Danrem Brigjen TNI Prince Meyer Putong, S.Pd, dan Staf Ahli Gubernur Pdt Lucky Rumopa mewakili Gubernur Sulawesi Utara,” tandas Mononimbar.

Tonaas Manado Reinhard AT sebagai tuan rumah sangat merespon akan Rakernas BM yang diharapkan dapat menghasilkan hal yang baik untuk masa depan Ormas Adat BM.

“Kami sangat meresponi akan kegiatan Rakernas BM yang nantinya sangat diharapkan akan menelorkan hasil tata kelola organisasi yang benar, terarah dan terukur sebagai amanah hasil Musawangnas pada Medio Maret 2020 di Tondano,” sentil Reinhard pada awak metromanado.com

dr. Makmun Djaafara mewakil DPT BM mengungkapakan rasa syukur dan terimakasih kepada Bpk Brigjen TNI AD Prince Meyer Putong dan Pdt Lucky Rumopa Mewakili Gubernur Sulut Olly Dondokambey serta Tonaas2 peserta Rakernas.

“Organisasi BM akan lebih banyak membantu masyarakat lemah, dan konsisten menjadi mitra pemerintah menjalankan program pembangunan.” tutup dr Makmun Djafara.

Kegiatan ini hadiri juga oleh Dicky Maengkom Walian Wangko, Sekjend BM Matulandi Supit, Frangky Wolayan Tonaas Minahasa, Steven Waworuntu Tonaas Tomohon, Reinhard AT Tonaas Manado, Tonaas Minut Mourits Mantiri, Humas DPT Dicky Maskikit, Tonaas OKK DPT dr. Makmun Djaafara, Tonaas Jerri Lapian, Tonaas King serta peninjau dari masing2 DPD.

(Yonfree)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.