Bawa Semangat Sam Ratulangi, Para Tokoh Sulut Ini Deklarasikan KKSU Batam

KKSU Batam
Deklarasi Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KKSU) Batam. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Para tokoh Sulawesi Utara (Sulut) yang merantau di Kota Batam membentuk sebuah organisasi atau wadah yang diberi nama Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara (KKSU) Batam.

Terbentuknya KKSU Batam ini, ditandai dengan pembacaan pernyataan ikrar bersama pendeklarasian oleh Wellem Kumaunang, di Pesangrahan Resto and Bakeri, Sabtu (17/04/2021).

Read More

Wellem Kumaunang dalam pembacaan ikrar bersama ini didampingi oleh James Lensun, Denny Untu, Stenly Warouw,Vicky Valentino dan Herman Mangundap yang merupakan para tokoh pendiri KKSU Batam.

Kumaunang yang merupakan aktivis sulut dan pernah berjibaku dalam kancah perpolitikan di Manado, serta tokoh pemuda yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua GAMKI Manado medio 2015 lalu kepada MetroManado.com menjelaskan maksud dibentuknya KKSU Batam.

“Organisasi ini bukan pengganti K3 Batam, tapi untuk mengakomodir semua elemen warga Sulut yakni Sanger, Manado, Minahasa, Kotamobagu/Mongondow yang ada di Batam,” ujar Kumaunang.

Lanjut disampaikannya, sebagai perantau dari Sulawesi Utara berkeinginan untuk dapat mengaktualisasikan semangat Si Tou Timou Tumou Tou yang dipopulerkan Pahlawan Nasional Sam Ratulangi, dalam kebersamaan saling menopang dan saling mengingatkan.

“Torang warga perantau akan mengaktualisasikan semangat Si Tou Timou Tumou Tou secara gotong royong, saling baku tongka dan saling baku se inga, itulah inti dari keterpanggilan warga perantau sulawesi utara yg tercermin dalam ikrar bersama.” terang Kumaunang.

Adapun isi naskah deklarasi KKSU Batam, sebagaimana yang diterima redaksi MetroManado.com sebagai berikut.

Naskah Deklarasi KKSU Batam

Mendeklarasikan bersama sebagai saudara seperantauan dan bersatu tekad menyampaikan :

  1. Torang perantau Sulawesi Utara dengan motto “Si Tou Timou Tumou Tou” bertekad akan mewujudkan dan menjunjung tinggi makna yang terkandung dalam motto tersebut, dengan menunjukkan sikap dan perbuatan nyata sebagai gaya hidup warga Sulawesi Utara dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai wujud partisipasi aktif dalam mengamalkan secara murni dan konsekuen nilai-nilai luhur dan kesaktian Pancasila sebagai falsafah hidup bangsa dan azas konstitusi serta haluan NKRI.
  2. Kami warga perantauan Sulawesi Utara bersatu hati untuk saling menguatkan, saling topang, saling sebaku inga.
  3. Mengaktualisasi etos kerja berbasis semangat kebersamaan yaitu persatuan erat yang bersifat kekeluargaan dan berciri khas dari tradisi gotong royong yang bernilai sosial ekonomi sesuai nilai
    budaya luhur.
  4. Membina warga perantau dari Sulawesi Utara di Kota Batam menjadi manusia arif dan bijaksana dalam ucapan dan tindakan, cerdas intelektual, cerdas sosial serta cerdas rohani (beriman), berkemauan dan berdaya saing tinggi, ikut serta berpartisipasi membangun Kota Batam menjadi lebih maju dan berjaya di segala bidang, serta memiliki perspektif yang jernih dan tajam menatap masa depan.
  5. Torang warga perantau berani membaur bersama dan menepis segala perbedaan.
  6. Torang satu, torang kuat.

Maka dengan anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari Ini Jumat, 16 April 2021, kami warga Sulawesi Utara di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau membentuk wadah Organisasi yang bernama Kerukunan Keluarga Sulawesi Utara Batam.

Pakatuan wo pakalawiren
Somahe kai kahage
Mototompiaan, mototabian, bo mototanoban.

(Yonfree)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.