Ade Saerang : Kami Mendukung Pemerintah Dalam Gerakan Anti Putus Sekolah

Gerakan anti putus sekolah
Pembina Yayasan Prisma Sulut, Apriano Ade Saerang (tengah) didampingi Ketua Yayasan Prisma Sulut, Merry J.J. Langi (kiri) dan Rektor Universitas Trinita, Demsi Sasewa (kanan) dalam keterangan pers usai Peresmian Istek Esa Trinita. (Foto : Mardi)

MetroManado – Tokoh Pendidikan Sulawesi Utara (Sulut), Apriano Ade Saerang terus menunjukkan komitmennya mendukung pemerintah dalam gerakan anti putus sekolah.

Hal ini dibuktikannya, sebagai pemilik Yayasan Prisma Sulut, kembali menghadirkan sebuah perguruan tinggi swasta baru di Provinsi Sulut.

Read More

Perguruan tinggi ini diberi nama Institut Sains dan Teknologi (Istek) Esa Trinita yang terletak di jalan Trans Sulawesi, Lopana, Amurang Timur, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulut.

Kepada MetroManado.com, Saerang mengatakan, Istek Esa Trinita lahir sebagai perguruan tinggi pertama di Minsel, setelah melalui kajian dan melihat pertimbangan dari berbagai aspek yang ada.

Diantaranya, luas wilayah, kepadatan penduduk, serta berbagai kearifan lokal yang dimiliki Minsel, serta banyaknya SMA di Minsel.

“Nilai historisnya bagaimana kami mendukung program pemerintah, khususnya gerakan anti putus sekolah,” terang Saerang.

Untuk itu, Saerang menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulut yang telah memberikan peluang kepada pihaknya membangun kampus di Minsel.

“Terima kasih pada pemerintah provinsi dalam hal ini gubernur dan wakil gubernur Sulut,” katanya.

“Memberikan peluang mengembangkan sayap perguruan tinggi di Minsel, yang sebelumnya juga sudah ada di Kota Manado,” tambahnya.

Ditambahkannya, Istek Esa Trinita ada di Minsel juga berkat inisiasi dan dorongan dari Bupati Franky Wongkar untuk menghadirkan perguruan tinggi di Minsel.

“Pemkab Minsel juga dalam hal ini inisiasi bersama Bupati Franky Wongkar, mendorong untuk membuka perguruan tinggi yang pertama di Minsel,” ujar Saerang.

Lanjut dikatakannya, misi bupati waktu itu, yaitu peningkatan sumber daya manusia (SDM), dengan tingkat daya saing yang tinggi.

“Nah, melihat karakteristik dari masyarakat Minsel. Istek Esa Trinita mampu menjawab kerinduan anak muda Minsel,” ucapnya.

“Yang ingin mengembangkan potensinya melalui tiga program studi yang dihadirkan,” jelasnya.

Dukung Gerakan Anti Putus Sekolah, Istek Esa Trinita Siapkan Program 3M

Disadari Saerang, kondisi perekonomian saat ini tidak begitu stabil, akibat dampak dari pandemi COVID-19. Untuk itu, Istek Esa Trinita siap menjawab hal tersebut dengan program 3M (Trinita Mapalus Mensarjanakan Masyarakat).

“Anak-anak yang mau sekolah tapi keterbatasan ekonomi, Istek Esa Trinita bisa menjawab itu melalui program 3M,” jelasnya.

“3M ini, dijaring dengan sistem seleksi bagi yang kurang mampu dan anak yatim-piatu,” papar Saerang.

Selain dua kategori 3M itu, Saerang juga mengatakan akan diberikan peluang sebesar-besarnya pada yang ber-KTP Minsel.

“Atau yang direkomendasi tanpa melihat ras, suku, dan agama apa pun. Semua memiliki peluang,” tegasnya.

“Kami menyiapkan subsidi 70 persen untuk 3M ini. Jadi soal biaya kuliah tak perlu diragukan, yakin saja kuliah di Insitut Esa Trinita itu biayanya sangat terjangkau,” pungkasnya.

(Mardi)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.