Berlakukan Aturan Wajib Vaksin, PN Tondano Dinilai Arogan

  • Whatsapp
Aturan wajib vaksin
PN Tondano berlakukan aturan wajib membawa kartu vaksin atau hasil rapid test bagi pengunjungnya. (Foto : MetroManado.com)

MetroManadoPengadilan Negeri (PN) Tondano memberlakukan aturan wajib membawa kartu vaksin atau hasil rapid test bagi para pengunjungnya.

Namun hal ini, bagi salah satu pengunjung yang datang mengunjungi PN Tondano, pada Senin (06/09/2021), dianggap sebagai sebuah peraturan yang terlalu mengada-ada.

Read More

“Pengadilan jangan semena-mena menerapkan aturan wajib vaksin. Karena aturan ini terlalu mengada-ada,” ucap salah satu pengunjung PN Tondano yang dijumpai MetroManado.com, Senin (06/09/2011).

Menurut pengunjung ini, yang tidak mau namanya disebutkan mengatakan bahwa aturan itu merupakan sebuah bentuk arogansi dari pengadilan.

“Itu suatu bentuk arogansi dari pengadilan. Pemasungan hak bagi para pencari keadilan di pengadilan,” ujarnya yang diketahui seorang pengacara ini.

Pengacara ini pun membandingkan cara pelayanan di Pengadilan Terpadu Manado dengan Pengadilan Negeri Tondano.

“Pengadilan Terpadu di Manado saja tidak diberlakukan aturan seperti ini,” kata pengacara ini.

Untuk itu, dia pun mengharapkan adanya perhatian dari Pengadilan Tinggi Manado perihal masalah aturan wajib vaksin yang diberlakukan di PN Tondano.

“Dan meminta kepada Pengadilan Tinggi untuk menegur PN Tondano yang memberlakukan wajib vaksin,” tuturnya.

“Setahu kami tidak ada aturannya, ini tidak boleh terjadi, karena tidak ada dasar hukumnya,” tambahnya.

Lanjut disampaikannya, untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran COVID-19 di area PN Tondano, cukup saja melakukan pengukuran suhu badan dan menerapkan protokol kesehatan.

“Sebenarnya, untuk mengantisipasi itu, cukup mengukur suhu badan, mencuci tangan, dan memakai masker, serta menjaga jarak,” katanya.

“Bukan mewajibkan setiap pengunjung harus menunjukkan kartu vaksin,” sesalnya.

Ditambahkannya, jika memang rapid test diperlukan, harusnya pihak PN Tondano menyiapkannya, bukan mewajibkan pengunjung yang datang harus membawa surat hasil rapid test.

“Kalau memang wajib rapid, seharusnya pihak pengadilan menyiapkan tim rapid di depan pintu masuk,” sarannya.

“Dan melakukan rapid bagi setiap pengunjung, seperti yang dilakukan dibeberapa tempat lainnya,” tandasnya.

(Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *