Tim PKM Polimdo Gelar Pelatihan Ketepatan Berbahasa Indonesia di Paniki Dua

  • Whatsapp
Pelatihan Ketepatan Berbahasa Indonesia
Tim PKM Politeknik Negeri Manado menggelar pelatihan ketepatan berbahasa Indonesia kepada TP PKK Kelurahan Paniki Dua. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Dengan membawa tajuk Peningkatan Kemampuan Berkomunikasi, melalui Pelatihan Ketepatan Berbahasa Indonesia.

Politeknik Negeri Manado (Polimdo) menggelar kegiatan Pengabdian Kemitraan Masyarakat (PKM) di Kelurahan Paniki Dua, Kecamatan Mapanget, Manado, Rabu, (03/09/2021).

Read More

Tim Penggerak PKK Kelurahan Paniki Dua
Pengurus Tim Penggerak PKK Kelurahan Paniki Dua yang hadir mengikuti kegiatan Pelatihan Ketepatan Berbahasa Indonesia dari Politeknik Negeri Manado. (Foto : Istimewa)

Kegiatan ini dilaksanakan pada ibu-ibu PKK yang ada di Kelurahan Paniki Dua, sebagai wujud implementasi salah satu Tri Dharma perguruan tinggi yaitu pengabdian .

Tim PKM Politeknik Negeri Manado ini terdiri dari Dr. Rolina Emmy Manggopa, M.Pd, Sicilia Panelewen, MM, dan Dra. Selvie I R Mandang, MM.

Menurut Tim PKM Polimdo, PKK sebagai garda terdepan dalam mengatasi berbagai persoalan yang terjadi ditengah masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan ketrampilan.

Hal ini dilakukan untuk menunjang kegiataan para ibu-ibu PKK yang menekankan pada prinsip pemberdayaan dan partisipasi masyarakat lewat pemberdayaan keluarga.

Disadari bahwa kegiatan PKK begitu banyak, sehingga peran dari ibu-ibu PKK ditengah masyarakat dinilai sangatlah besar dan penting peranannya.

Dr Rolina Jelaskan Tujuan Pelatihan Ketepatan Berbahasa Indonesia

Sementara itu, Dr Rolina Emmy Manggopa selaku pemateri kegiatan ini, menyampaikan tujuan dari kegiatan pelatihan ini.

“Disamping untuk meminimalisasi kesalahan berbahasa Indonesia. Juga untuk meningkatkan ketrampilan berkomunikasi dengan ketepatan berbahasa Indonesia ibu-ibu PKK,” ujar Rolina.

Menurutnya, walau terlahir dan besar di Indonesia, belum menjamin kalau kita bisa menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar sesuai kaidah kebahasaan.

“Selaku penutur asli Bahasa Indonesia, yang dibesarkan di Indonesia, bersekolah dan bahkan diajarkan pelajaran Bahasa Indonesia sampai ke perguruan tinggi. Tidak menjamin bahasa Indonesia yang kita gunakan, baik dan benar sesuai dengan kaidah kebahasaan,” ucapnya.

“Misalnya ketika mengikuti acara tertentu dan kegiatan diruang publik,” kata Dosen Politeknik Negeri Manado ini.

Lanjut dikatakannya, kegiatan ini diawali dengan sosialisasi, kemudian pelatihan dan selanjutnya pemantauan dalam setiap aktifitas, yang pelaksanaannya akan terus berlanjut disetiap pertemuan PKK.

Kegiatan ini dihadiri oleh Lurah Paniki Dua, I Gusti Sudarmadja bersama istri Deiske Gusti Pangalila selaku Ketua TP PKK Kelurahan Paniki Dua. Serta diikuti oleh seluruh Ketua TP PKK Lingkungan di Kelurahan Paniki Dua.

Pengurus TP PKK Lingkungan II Paniki Dua turut hadir dalam kegiatan ini. Mereka ialah, Ketua Wisye Mailangkay, Wakil Ketua Jeine Najoan, Sekretaris Silvana Tangkilisan dan Bendahara Dra Getruida M Thanos.

(Hcr-AbSn)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *