Kinerja Pemkot Manado Bak Pribahasa ‘Sekali Mendayung Dua Tiga Pulau Terlampaui’

  • Whatsapp
Normalisasi Sungai
Aktivitas pengerukan sungai di muara DAS Tondano atau lebih populer disebut 'kuala jengki'. (Foto : DS)

MetroManado – Ada sebuah pribahasa yang mengatakan ‘sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui’.

Yang artinya dalam melakukan suatu pekerjaan, mendapatkan beberapa hasil atau keuntungan sekaligus.

Read More

Pribahasa ini layak disematkan dalam cara kerja yang dianut Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dibawah kepemimpinan Walikota Andrei Angouw dan Wakil Walikota dr. Richard Sualang.

Sebagaimana pantauan MetroManado.com, Jumat (13/08/2021), pada proyek normalisasi sungai Pemkot Manado di muara DAS Tondano yang lebih populer disebut ‘kuala jengki’.

Proyek normalisasi sungai ini dilakukan dengan cara pengerukan sungai. Dan material tanah hasil pengerukan tersebut dimanfaatkan untuk menimbun lahan reklamasi 16% milik Pemkot Manado.

Lahan reklamasi Pemkot Manado ini terletak di Kelurahan Karang Ria. Yang rencananya akan ditimbun kurang lebih 10000 – 40000 m3 tanah dari hasil pengerukan sungai tersebut.

Menurut salah satu perangkat Kelurahan Karang Ria yang dijumpai wartawan MetroManado.com, Jumat (13/08/2021). Lahan reklamasi ini nantinya akan ditata menjadi tempat wisata kuliner bagi warga Manado.

“Masyarakat mendapat tempat untuk menjajakan jualannya,” ujar Feri Nico Thomas, Ketua Lingkungan 4 Kelurahan Karang Ria.

“Sepanjang jalan boulevard 2 bisa tertata dan bisa mendatangkan PAD buat Pemkot Manado,” tambahnya.

Dengan demikian, proyek normalisasi sungai yang sedang digencarkan Pemkot Manado ini dapat memberikan keuntungan ganda.

Selain menyelesaikan masalah banjir, hasil material tanahnya digunakan untuk menimbun laham reklamasi milik Pemkot Manado. Yang kedepannya diproyeksikan menjadi tempat wisata kuliner dan berpotensi mendatangkan PAD bagi Pemkot Manado.

(Abed)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *