Pedagang Pasar 45 Tareran Akui Sulitnya Berdagang di Masa PPKM

  • Whatsapp
Keluhan Pedagang Pasar
Sejumlah pedagang di Pasar Rakyat 45 Tareran, Kabupaten Minsel keluhkan pendapatan di masa PPKM. (Foto : Mardi Golindra)

MetroManado – Pedagang Pasar Rakyat 45 Tareran, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) merasakan kesulitan berdagang di masa pandemi COVID-19 saat ini.

Apalagi sejak diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kabupaten Minsel.

Read More

Para pedagang Pasar Rakyat 45 Tareran semakin merasakan kesulitannya dalam mendapatkan pelanggan untuk membeli dagangan mereka.

Hal ini diakui oleh sejumlah pedagang pasar saat ditemui MetroManado.com di Pasar Rakyat 45 Tareran.

Mawadah Polii salah satu misalnya, mengaku sejak penerapan PPKM Mikro membuat pendapatannya menurun, lantaran sepinya pembeli.

“Perhatikan akang kasiang pa torang dibawah, setiap hari mancari disini, bukang dapa untung, cuman rugi,” ujar Mawadah kepada MetroManado.com.

“Karena torang pe dagang nd habis, kong torang pe anak-anak ini mo sekolah dan makan apa dirumah,” keluh penjual ikan di Pasar Rakyat 45 Tareran.

“Minta tolong kwa Pak Jokowi, klo memang ada rencana lockdown, apa torang ini mo dapa bantuan,” ucapnya.

Diketahui, penerapan PPKM Mikro di Provinsi Sulawesi Utara termasuk didalamnya Kabupaten Minsel telah berlaku sejak 5 hingga 18 Juli 2021.

Adapun penerapan PPKM ini digalakkan oleh pemerintah demi mengatasi penyebaran COVID-19 ditengah masyarakat.

(Mardi Golindra)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *