Ketua SPSI Minsel Diduga “Lepas Tangan” Soal Buruh Perkebunan Pungkol

  • Whatsapp
Fadli Tapola
Fadli Tapola Mantan Hukum Tua Desa Wawontulap Tahun 2014-2019 yang juga tokoh masyarakat setempat saat berkunjung ke Manado. (Foto : Ewin MetroManado.com)

MetroManado – Ketua buruh Perkebunan Pungkol Sabir Hasan lepas tangan dari tanggung jawab dalam melindungi hak para pekerja di perusahaan perkebunan coklat PT Lonsum Minahasa Selatan (Minsel).

Hal ini disampaikan Fadli Tapola mantan Hukum Tua Desa Wawontulap Kecamatan Tatapaan Minsel saat berbincang dengan Wartawan MetroManado.com di Manado, Senin (12/07/2021).

Read More

Menurut Tapola, selama ini Sabir tidak paham dengan tugas dan fungsinya sebagai ketua di organisasi Serikat Pekerja Pertanian dan Perkebunan – Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SP.PP-SPSI) Minsel.

Bahkan kata Tapola, kepemimpinan Sabir yang sudah berjalan lima tahun ini, tidak pernah memperjuangkan dan melindungi kepentingan pekerja/buruh perkebunan.

“Ketua buruh Pungkol Estate PT Lonsum sudah tidak mempedulikan lagi tentang hak-hak tenaga kerja. Apalagi sudah banyak kasus-kasus yang terjadi di Pungkol Estate. Dia lepas tangan,” kata Tapola.

Tapola meminta kepada para pemangku kepentingan, agar dapat menindak lanjuti permasalahan para buruh di perkebunan coklat terbesar di Sulut itu.

“Mohon ini menjadi perhatian dari Disnaker, anggota dewan, pemkab Minsel maupun pemprov Sulut,” harapnya.

Selain itu, Tapola juga menyoroti manager perusahaan yang memberdayakan security (satpam) yang diklaimnya gadungan untuk dipekerjakan sebagai pekerja pengamanan.

“Untuk security-security yang ada harusnya memiliki Kartu Tanda Anggota (KTA) sebagai security, selama ini mereka tidak memiliki KTA,” tutup Tapola.

Sementara itu, Ketua buruh Pungkol belum memberikan pernyataan resminya. MetroManado.com pun sudah mencoba mengkonfirmasi untuk dimintai keterangan, namun hasilnya nihil. Hingga berita ini dipublikasikan belum ada tanggapan dari Sabir Hasan.

(Ewin)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *