Andrei Angouw Targetkan 10 Ribu Warga Divaksin Setiap Hari

  • Whatsapp
Vaksinasi di Kota Manado
Walikota Manado, Andrei Angouw didampingi Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi di Kota Manado, Selasa (13/07/2021). (Foto : Istimewa)

MetroManado -Pemerintah Kota Manado menargetkan 10 ribu suntikan vaksin COVID-19 setiap hari bagi warganya.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Manado Andrei Angouw saat memimpin Rapat Evaluasi Pelaksanaan Vaksinasi di Kota Manado, yang digelar di Aula Pemkot Manado, Selasa (13/07/2021).

Read More

“Target 10 ribu suntikan (vaksin COVID-19) setiap hari akan dilaksanakan,” ujar Angouw didampingi Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang.

“Dan akhir Agustus sampai awal November 2021 harusnya kegiatan vaksinasi sudah selesai,” sambungnya.

Menurut Angouw, semua warga yang sudah divaksin nantinya akan dimasukkan dalam sebuah sistem yang sudah dirancang.

“Tujuan dari sistem ini agar kita dapat memonitor warga yang divaksin sampai memenuhi target kurang lebih 372 ribu warga Manado,” terang Angouw.

Pada kesempatan ini, Angouw juga ikut membahas terkait pencapaian vaksinasi di Kota Manado yang mendapat angka tertinggi secara nasional menurut data dari Kemenkes RI.

“Kota Manado tertinggi di Indonesia kurang lebih 65 hingga 70 persen saat ini,” ucap suami tercinta Irene Angouw-Pinontoan.

Atas pencapaian tersebut, Angouw mengingatkan kepada jajaran Pemkot Manado untuk tidak cepat puas, karena masih banyak warga Kota Manado yang belum juga divaksin.

“Jangan berbesar hati sebab dari pencapaian ini baru sekitar 40 persen warga yang ber KTP Manado tervaksinasi, jadi yang belum tervaksinasi kurang lebih 60 persen,” terang Angouw.

Angouw juga menghimbau kepada instansi terkait dalam penanganan COVID-19, untuk dapat tanggap mengidentifikasi dan memastikan warga yang positif untuk diisolasi.

“Kita identifikasi dan harus dipastikan bahwa yang positif harus diisolasi. Hal ini dimaksudkan jangan sampai ada yang positif berkeliaran,” imbuhnya.

“Tracing perlu kolaborasi di lapangan seperti dari pemerintah kecamatan dan pihak Puskesmas,” pungkasnya.

Hadir dalam rapat ini Sekot Manado Micler C.S. Lakat, dr. Steven Dandel dari Dinkes Provinsi Sulut, dr. Yoy Zeekeon dari Dinkes Kota Manado, para camat, mewakili puskesmas dan pejabat teknis lainnya.

(RNS)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *