Polisi Bakal Tindak Tegas Para Pelaku Dibalik Kelangkaan Oksigen Medis

  • Whatsapp
Kelangkaan Oksigen Medis
Seorang Perawat memegang Oksigen medis yang saat ini terjadi kelangkaan dan Polri sedang menyelidiki penyebabnya. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Seiring melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia, kebutuhan akan oksigen medis pun ikut meningkat.

Keadaan ini rupanya dimanfaatkan oleh sebagian oknum yang mencoba mencari keuntungan besar ditengah kesusahan banyak orang.

Read More

Harga tabung oksigen medis pun tiba-tiba melonjak naik beberapa kali lipat dari harga normalnya.

Bahkan, dibeberapa tempat oksigen medis mulai sulit untuk didapatkan, seiring dengan meningkatnya kebutuhan oksigen medis bagi para pasien COVID-19.

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pun mencurigai adanya dugaan tindak pidana penimbunan dan permainan harga tabung oksigen medis.

Untuk itu, Polri pun tengah melakukan penyelidikan terkait kelangkaan tabung oksigen medis, termasuk juga kasus pelanggaran protokol kesehatan yang terjadi dimasa pandemi COVID-19.

Hal ini diungkapkan oleh Direktur Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus (Dirtipideksus) Bareskrim Polri, Brigjen Pol. Helmy Santika, dilansir dari TribraraNews Polri, Rabu (07/07/2021).

“Pihak kepolisian tengah menyelidiki dugaan tindak pidana permainan harga dan penimbunan obat-obatan hingga oksigen tabung di tengah pandemi COVID-19,” ungkap Brigjen Pol Helmy Santika.

“Termasuk juga kasus pelanggaran protokol kesehatan COVID-19,” tambah Perwira Tinggi Polri ini.

Hanya saja, untuk sementara Helmy belum dapat membeberkan secara rinci sejumlah perkara tersebut.

“Terkait obat, tabung oksigen, dan kekarantinaan,” terang Brigjen Pol. Helmy Santika, Jakarta, Rabu (07/07/21).

Bahkan Helmy menegaskan bahwa pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menegakkan hukum terhadap para pelaku yang sengaja mencari keuntungan besar dalam kondisi pandemi Covid-19.

“Ancaman hukuman di atas lima tahun pun menanti,” tegas Jenderal Bintang Satu ini.

“Tim sedang bergerak melakukan penyelidikan,” tandas Dirtipideksus Bareskrim Polri ini.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo telah mengeluarkan Surat Telegram (ST) bernomor ST/1373/VII/H.U.K/7.1./2021.

ST tersebut terkait penindakan terhadap permainan harga dan penimbunan obat-obatan, serta alat kesehatan.

Dokumen tersebut ditandatangani oleh Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto.

(Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *