Walikota AA Keluarkan SE Terkait Pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Manado

  • Whatsapp
AARS tinjau Mall
Walikota Manado Andrei Angouw didampingi Wakil Walikota Manado dr. Richard Sualang dan Forkopimda Manado saat meninjau salah satu pusat perbelanjaan di Manado, Selasa (06/07/2021). (Foto : Istimewa)

MetroManado – Walikota Manado, Andrei Angouw (AA) mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) berskala mikro di Kota Manado.

Sesuai dengan SE Walikota Manado, penerapan PPKM Mikro di Kota Manado akan dimulai pada tanggal 7 hingga 18 Juli 2021 nanti, mengikuti perkembangam kasus COVID-19 di Manado.

Read More

Surat Edaran Walikota Manado terkait pelaksanaan PPKM Mikro di Kota Manado. (Foto : Istimewa)

Hal ini dilakukan menindaklanjuti SE Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Nomor 440/21.4150/Sekr-Dinkes, tertanggal 5 Juli 2021 yang disampaikan kepada Bupati/Wali Kota se-Provinsi Sulut, Selasa (06/07/2021).

Bersama Forkopimda Kota Manado, Andrei Angouw didampingi Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sulang menggelar pertemuan di Pendopo Kantor Walikota Manado, Selasa (06/07/2021).

Agenda pertemuan ini pun membahas persiapan penerapan pelaksanaan PPKM sesuai dengan SE Gubernur Sulut di Kota Manado.

“Menindaklanjuti Edaran Gubernur, makanya akan juga dikeluarkan surat edaran Walikota,” kata Andrei Angouw.

Bagi Walikota penekanan Surat Edaran Walikota adalah soal pembatasan jam usaha serta operasionalisasi hiburan malam.

Hasil pertemuan ini pun diharapkan Walikota adanya koordinasi diantara Forkopimda Manado dalam membantu mensosialisasikannya ke masyarakat.

Forum rapat juga menyepakati bahwa pentingnya koordinasi terutama dengan pihak Kecamatan dan Kelurahan sampai kepada para Kepala Lingkungan.

Adapun aturan PPKM Mikro yang diatur dalam SE Walikota Manado Nomor 044/D.02/KES/548/2021 tertanggal 06 Juli 2021, sebagai berikut.

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar baik sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan dan pelatihan dilakukan secara daring.

Pelaksanaan kegiatan pada tempat kerja/perkantoran sektor non esensial diberlakukan 25% Work From Office (WFO).

Sementara itu pada tempat kerja/perkantoran sektor esensial seperti keuangan dan perbankan, sistem pembayaran, teknologi informasi dan komunikasi.

Perhotelan non penanganan karantina COVID-19, industri orientasi eksport, serta sektor pemerintahan yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaanya diberlakukan 50% WFO.

Sektor kritikal seperti energi, kesehatan, keamanan, logistik dan transportasi, industri makanan dan minuman serta penunjangnya.

Petrokimia, semen, objek vital nasional, penanganan bencana, proyek strategis nasional, konstruksi, utilitas dasar (listrik dan air) serta industri pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari diberlakukan 100% WFO.

Kegiatan pertemuan seperti rapat dan sejenisnya yang dilakukan didalam ruangan diberlakukan 25% kapasitas ruangan.

Untuk mall, supermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WITA dengan kapasitas pengunjung 50%.

Untuk Apotik dan Toko Obat dapat dibuka selama 24 jam.

Pelaksanaan kegiatan makan/minum di tempat restoran, warung makan, rumah makan, cafe, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya.

Baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mall dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WITA dengan kapasitas pengunjung 25%.

Resepsi pernikahan, acara duka, dan acara syukur lainnya dihadiri maksimal 50 orang dan tidak menerapkan makan ditempat.

Penyediaan makanan hanya diperbolehkan dalam tempat tertutup dan untuk dibawa pulang.

Kegiatan keagamaan dilakukan dalam ruangan dengan kapasitas 25%.

Tempat hiburan malam, Pusat Kebugaran, Spa, dibatasi jam operasional sampai pukul 20.00 WITA dengan kapasitas pengunjung 25%.

“Semua aktivitas masyarakat diatas wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” tegas Andrei Angouw.

“Surat Edaran ini berlaku sejak tanggal 7 Juli 2021 sampai dengan tanggal 18 Juli 2021 dengan memperhatikan perkembangan epidemiologi COVID-19,” tutup Walikota.

(Iphey)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *