BP2MI dan Pemkot Manado Jalin Kerja Sama Hasilkan Devisa Negara

  • Whatsapp
Pahlawan Devisa Negara
Pemkot Manado dan BP2MI jalin kerja sama dalam menghasilkan dan memberikan perlindungan bagi 'Pahlawan Devisa Negara'. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Pemerintah Kota (Pemkot) Manado dan Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) sepakat menjalin kerja sama untuk menghasilkan devisa bagi negara.

Hal ini ditandai dengan penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemkot Manado dan BP2MI tentang Penempatan dan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.

Read More

Penandatanganan MoU
Penandatanganan MoU antara Pemkot Manado dan BP2MI yang ditandatangani langsung oleh Walikota Manado, Andrei Angouw dan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani. (Foto : Istimewa)

Penandatanganan MoU ini dilaksanakan di Aula Pemkot Manado, yang terletak di jalan Balai Kota, Tikala, Manado, pada Selasa (22/06/2021).

Dalam penandatanganan MoU ini Pemkot Manado diwakili langsung oleh Walikota Manado, Andrei Angouw, sedangkan dari BP2MI diwakili langsung oleh Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.

Usai penandatanganan MoU, dilanjutkan dengan pertukaran cindera mata antara Walikota Manado, Andrei Angouw dan Kepala BP2MI, Benny Rhamdani.

Penyerahan Cinderamata
Penyerahan cinderamata antara Pemkot Manado dan BP2MI. (Foto : Istimewa)

Pada kesempatan ini, Kepala BP2MI, Benny Rhamdani menyebutkan pekerja migran adalah ‘Pahlawan Devisa Negara’ karena merupakan penghasil devisa bagi negara.

“Pekerja migran ini merupakan penghasil devisa kedua terbesar bagi negara sesudah sektor BUMN,” sebut mantan Senator perwakilan dari Sulut ini.

Selain itu, pria yang akrab disapa dengan sebutan Brani ini juga ikut menjelaskan terkait tupoksi dan kerja dari BP2MI selama ini.

Brani juga menguraikan gambaran umum serta posisi dan kondisi Pekerja Migran Indonesia yang bekerja dan tersebar di 150 negara.

Demikian halnya dengan aturan-aturan terbaru yang melandasi pekerja Migran yang dulunya dikenal sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diluar negeri.

Lebih lanjut, Brani pun membeberkan data para pekerja migran yang saat ini sedang bekerja diluar negeri.

“Berdasarkan data Badan Dunia ada kurang lebih 9 jutaan pekerj Migran Indonesia atau sekitar 6 jutaan lebih yang resmi berdasarkan data BP2MI,” beber Brani.

“Pekerja dari Sulawesi Utara sendiri yang bekerja diluar negeri kurang lebih 3 ribuan dan terbanyak bekerja di Amerika Serikat dan Jepang,” ungkap Rhamdani.

Sementara itu, Walikota Manado Andrei Angouw sangat mengapresiasi akan kerja sama yang terjalin antara Pemkot Manado dan BP2MI ini.

Angouw pun mengharapkan nantinya akan ada tindaklanjuti dari hasil dari penandatanganan MoU antara Pemkot Manado dan BP2MI ini.

Menurut Angouw, program kerjasama ini sangat baik dan akan dikawal supaya dapat mendorong perekonomian di Kota Manado.

“Ekonomi harus jalan yakni, Investasi harus jalan, ekspor harus jalan dan konsumsi harus jalan,” ucap Andrei Angouw.

Turut hadir dari BP2MI mendampingi Kepala BP2MI, Benny Rhamdani dalam acara ini, Dua Deputi BP2MI bersama 7 Direktur dan Kepala UPT BP2MI Sulut.

Sedangkan dari Pemkot Manado, turut hadir Wakil Walikota Manado, dr. Richard Sualang, Sekretaris Daerah Kota Manado, Micler Lakat, bersama para Pejabat Eselon Pemkot Manado.

Hadir juga Ketua DPRD Kota Manado, Aaltje Dondokambey, Forkopimda Kota Manado, Pimpinan BNI, BPJS Ketenagakerjaan dan undangan lainnya.

Mengingat saat ini masih dalam masa pandemi COVID-19, sehingga acara ini pun dilaksanakan dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan COVID-19.

(Valent/*)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *