VAP Resmi Jadi Tahanan Baru di Rutan Polda Sulut

  • Whatsapp
Kasus Pemecah Ombak
Vonnie Anneke Panambunan resmi jadi tahanan di Rutan Polda Sulut. (Foto : Istimewa)

MetroManado – Vonnie Anneke Panambunan (VAP) resmi menjadi penghuni baru Rumah Tahanan (Rutan) Kepolisian Daerah Sulawesi Utara (Polda Sulut).

Mantan Bupati Minahasa Utara (Minut) tersebut akan mendekam di Rutan Polda Sulut selama 20 hari ke depan, terhitung sejak tanggal 28 April 2021 hingga sampai 17 Mei 2021.

Read More

Hal ini dipastikan oleh Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulut, A Dita Prawitaningsih SH, MH, melalui Kasi Penkum Theodorus Rumampuk, SH, MH, lewat keterangan tertulis kepada media.

“Tersangka VAP alias Vonnie setelah tiba di Bandara Sam Ratulangi Manado langsung dibawa ke Rutan Polda Sulut untuk dilakukan penahanan oleh Tim Penyidik Kejati Sulut selama 20 hari terhitung mulai tanggal 28 April 2021 sampai dengan 17 Mei 2021.” ujar Kajati Sulut.

Sebelumnya, VAP ditangkap oleh Tim Penyidik pada Asisten Tindak Pidana Khusus Kejati Sulut, di Jakarta pada Selasa (27/4/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam penangkapan ini Tim Penyidik dibantu oleh Tim Tangkap Buron (Tabur) Kejaksaan Agung RI dan Tim Intelijen Kejati DKI Jakarta, Tim Intelijen Kejari Jakarta Pusat dan Tim Intelijen Kejari Tangerang.

Penangkapan ini dilakukan berdasarkan Surat Perintah Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : Print – 415 /P.1/Fd.1/04/2021 tanggal 27 April 2021.

Menurut keterangan dari Kejati Sulut, tersangka VAP ditangkap setelah 3 kali tidak memenuhi panggilan dari Tim Penyidik baik yang bersangkutan dipanggil secara patut untuk diperiksa sebagai saksi maupun sebagai tersangka.

Adapun setelah dilakukan penangkapan, VAP langsung diamankan oleh Tim Penyidik di Kantor Kejari Jakarta Pusat, selanjutnya VAP dibawa Tim Penyidik ke Manado dengan menumpang maskapai penerbangan Batik Air ID 6274, pada Rabu (28/04/2021) sekitar pukul 02.30 WIB.

Diketahui, VAP telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Perintah Penetapan Tersangka Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Nomor : B-298/P.1/Fd.1/03/2021, dalam perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi Penyimpangan Proyek Pemecah Ombak/Penimbunan Pantai Desa Likupang II pada Badan Penanggulanan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa Utara Tahun Anggaran 2016, sejak (15/03/2021).

Kasus pemecah ombak Likupang ini pun menimbulkan kerugian negara sebesar Rp. 6.745.468.182,-.

Dan pada tanggal 17 Maret 2021 lalu, VAP melalui penasihat hukumnya, telah mengembalikan kerugian keuangan negara tersebut sebesar Rp. 4.200.000.000,-.

Perbuatan tersangka VAP sebagaimana dalam sangkaan Pasal 2 ayat (1) Jo Pasal 3 Jo Pasal 15 Jo Pasal 18 UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambahkan oleh UU No. 21 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.
 
Penangkapan tersangka VAP dipimpin langsung oleh Ledrik V M Takaendengan, SH, MH selaku Koordinator pada Kejati Sulut, Saor Simorangkir, SH, MH, Kepala Seksi Penyidikan pada Aspidsus Kejati Sulut, Sterry F Andih, SH, MH, Kasi A pada Asintel Kejati Sulut, dan Satgassus Penanganan dan Penyelesaian Perkara Tindak Pidana Korupsi (P3TPK) Kejati Sulut Alexander Sulung, SH, MH, Maryanti Lesar, SH, dan Cristyana Olivia Dewi, SH.

(Redaksi MetroManado.com)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *