Pelaku Pembullyan di Mitra Selalu Datang Ngeledekin, Ibu Korban Minta Keadilan

  • Whatsapp
Metro Manado
Foto Ilustrasi MetroManado.com

MetroManado – Bukannya minta maaf dan merasa bersalah usai diproses polisi dan masih wajib lapor, para pelaku pembullyan justru terus saja datang ngeledekin korban saat lewat di depan rumahnya. 

“Siapa tidak kesal kalau diperlakukan seperti itu, apa kami ini orang miskin dan tak punya harga diri lagi? Sehingga mereka (para pelaku) seenaknya saja memperlakukan kami demikian (ngeledek). Mana keadilan di negeri ini,” kesal ibu korban yang bernama Thania saat dihubungi MetroManado.com, Senin, (8/3/2021).

Read More

Kata Thania lagi, apakah jika dirinya dan keluarga melakukan hal serupa pada pelaku dengan apa yang dilakukan terhadap anaknya, tetap polisi akan mengkategorikan sebagai penganiayaan biasa ?

“Apakah perlu kami melakukan pembalasan baru keadilan itu ditegakkan? Jika kami lakukan hal serupa apakah dikategorikan penganiayaan biasa juga?” ujar Thania dengan penuh pertanyaan.

“Tolonglah ini negara hukum, mohon para pelaku diberi efek jera bukan dibebaskan berkeliaran begitu saja, terlihat tanpa ada rasa bersalah,” geram Thania. 

Dia pun menceritakan kondisi kejiwaan anaknya saat ini, sangat trauma berat dan tak jarang datang tiba-tiba rasa sakit di kepalanya dan beberapa anggota tubuh lainnya pasca pengeroyokan beberapa waktu lalu itu.

“Anak saya saat ini selalu mengurung diri di kamar semenjak kejadian itu, saya takut kejiwaannya terganggu,” curhat ibu korban.

“Tolonglah, kami orang tak punya. Apalagi mau sewa pengacara, kami tak mampu,” tambahnya sembari menarik nafas panjang.

Sebelumnya, Kapolres Minahasa Tenggara (Mitra) AKBP Rudi Hartono sudah melakukan konferensi pers terkait kasus penganiayaan terjadi di perkebunan Mundung-Tonsawang, Kecamatan Tombatu, Minggu (24/1/2021) sore lalu. 

Hasilnya, para pelaku tidak ditahan hanya wajib lapor karena dianggap masih anak di bawah umur. 

Selanjutnya : Dengan dasar pasal yang diterapkan . . .

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *