Anak 10 Tahun Tewas ‘Diperkosa’ Bapak-bapak di Belang, Mitra

  • Whatsapp
Pemerkosaan di Mitra
Suasana warga ketika mendatangi kantor polisi setempat yg sudah dijaga ketat aparat TNI-Polri. Warga ingin sekali bertemu pelaku. (Foto: Istimewa)

MetroManado – Entah apa yang merasukinya, seorang pria (bapak-bapak) terduga pelaku pemerkosa seorang anak berusia 10 tahun hingga tewas di Desa Buku, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)-Indonesia, Rabu, (03/03/2021) malam.

Informasi ini diperoleh melalui live akun Facebook Risma Wati, di mana dalam video tersebut puluhan warga mendatangi kantor polisi setempat, guna mencari pelaku yang telah diamankan.

Read More

“Telah terjadi pemerkosaan seorang anak 10 tahun yang dilakukan oleh seorang bapak-bapak,” ujar Risma Wati dalam live.

Nampak seorang oma bertubuh subur berbaju kuning. Ia terlihat sangat terpukul dengan kejadian tersebut meminta massa untuk tidak pulang sebelum bertemu terduga pelaku.

“Jangan ada yang pulang dulu, tunggu-tunggu,” jelasnya kesal.

Tak berapa lama, kantor polisi yang sudah ikut dijaga TNI-Polri yang dikerumuni massa itu muncul seorang pria berbadan tinggi.

“Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu, selamat malam semua. Tenang-tenang, ibu-ibu, bapak-bapak. Saya kapolres di sini (Mitra),” tegasnya memenangkan warga.

Benar saja, bapak ini adalah AKBP Rudi Hartono, Kapolres Mitra.
“Saya baru lihat,” ujar oma berbaju kuning, sembari meminta dipertemukan dengan terduga pelaku.

“Ini tersangkakan udah kita tangkap. Jangan ada main hakim sendiri, jangan sampai ada terjadi anarkis, akan terjadi tindak pidana baru,” saran kapolres menenangkan warga.

“Aduh itu anak kasian (korban), sudah tidak bisa diganti lagi (nyawanya),” sambung oma baju kuning tak bisa menahan tangis sambil dirangkul dan ditenangkan oleh kapolres.

“Mohon silahkan bubar, dan biarkan kasus ini kami yang tangani,” pinta kapolres dan kemudian masyarakat berangsur bubar.

Berikut video selengkapnya, klik YouTube Channel Berbagai Cerita.

Hingga informasi ini dipublikasikan belum diketahui seperti apa kronologi kejadian.

(Mardi Golindra)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *